Home > Materi, Politis&Politik > Pembangunan sekitar Situ

Pembangunan sekitar Situ

Anggaran 1.5milyar bukan utk perawatan situ-gintung tapi untuk korban banjir, kata kadis Tatakota/PU Tangerang Selatan. Situ Gintung yang seharusnya untuk resapan daerah sekitar, malah dibangun oleh pengembang tanpa mempertimbangkan kontur tanah serta tidak melalui pendapat para lurah dan camat? Sungguh aneh penjualan tanah sekitar situ yang seharusnya untuk pepohonan tapi malah ditanami perumahan oleh para pengembang, kalo sudah begini apa komentar pengembang? Apa akan menyalahkan pejabat lurah dan camat yang dibaypass oleh pengembang karena telah dapat ijin dari pemda Jakarta Selatan / Tangerang ?. Lalu bagaimana tanggungjawab Pengembang dan Pemda Jaksel melihat hal ini?, karena warga hanya tau membayar tanah dan/atau rumah tanpa tau bahwa Situ-nya tidak aman dan tidak pernah diadakan perawatan serius walau situ itu utk menampung jutaan kubik air tapi hanya ditambal dengan tanah, tanpa niat serus untuk membuat tanggul beton yang wajar sebagai penahan Situ (Waduk) yang menampung jutaan liter air untuk pengairan. Mungkin Pengembang dan Pemda Jaksel/Tangerang hanya memungut pajak dan komisi saja tanpa mempertimbangkan keselamatan penduduk sekitar, ditambah lagi dengan ijin tempat hiburan sekaligus tempat mancing sambil judi serta tempat mesum disamping Situ, mungkin ini peringatan Tuhan pada Pengembang dan pemberi ijin, agar mempertimbangkan aspek lingkungan ketika berbisnis dengan mengeksploitasi tanah sekitar Situ yang seharusnya menjadi daerah bebas penghuni.

Seharusnya ada minimal dua altaernatif untuk eksploitasi daerah sekitar Situ;
1. Membuat tanggul beton yg kuat menahan jutaan liter air termasuk saluran pembuangan jika terjadi luapan air Situ,
2. Membebaskan atau tidak menanam perumahan di daerah sekitar situ hingga radius 200m – 300m tergantung ketinggian tanah disekitar situ.
Semoga para pengembang lain dan para pemberi ijin perumahan lebih peka terhadap lingkungan yang rawan banjir. Jika hal ini tidak dilakukan maka para pengembang dan pemberi ijin merupakan penyebab dari pengurangan jumlah penduduk dengan alibi bencana banjir atau tsunami.

Kalau dulu tahun 2006 telah diperingatkan tentang posisi Ciputat hingga Jakarta Utara yang berada di daerah pergeseran tanah atau lempeng bumi, maka dari Ciputat hingga Jakut yang dilewati sungai Ciliwung, haruslah menjadi perhatian masyarakat sekitar dan para pengembang untuk waspada membangun didaerah tersebut, begitu juga dengan daerah lain yang berada disekitar danau maupun sungai, tentunya dengan melihat ketinggian dan jarak pemukiman dengan situ (waduk) maupun sungai.

Categories: Materi, Politis&Politik
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: