Home > Edukasi, Materi, Serba-serbi, Teknologi > OSS vs License

OSS vs License

Memanfaatkan OpenSource lebih cenderung meminimalisir gangguang keamanan termasuk virus, daripada menghemat anggaran. Karena sebagaimana telah kita ketahui penggunaan OpenSource belum begitu merajalela layaknya software license. OpenSource sangat cocok dengan institusi dengan minimal budget atau organisasi penganut “technology free for all”  sebagaimana yang di kampanyekan oleh pembuat license GPL yang cenderung jarang yang menggunakan alias tidak familiar dan pasti perlu pengorbanan juga untuk dapat mudah memahaminya. Sementara pemanfaatan License berbayar, sangat cocok dengan instansi dengan optimal budget atau penganut “technology need sacrifice”.

Semuanya kembali kepada kita masing-masing apakah akan berkiblat pada OSS atau License berbayar, tapi yang jelas masing-masing punya konsekuensi. Ini bukan berarti OSS tidak banyak serangan atau virus, karena sudah menjadi faham para hacker adalah “tiada waktu tanpa serangan atau intaian”. Hacker akan selalu mengintai dan bekerja dikala anda kelelahan (tertidur) dan tidak perduli apapun software yang anda gunakan.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: