Home > Serba-serbi > Status Dagelan Susno – Syahril

Status Dagelan Susno – Syahril

Susno – Syahril , seperti kakak adik.. kakak! Keberanian Susno Duadji sangat disayangkan oleh Syahril Djohan. Keberanian Susno sama dengan seorang yang menentang satu institusi polri.

Susno: mas Syahril, kok gitu sih caranya? kan kasihan negeri kita mas!…

Syahril: gak apa2 toh dik… aku kan cuma mbantu orang2 yg kesulitan masalah hukum… toh bukan aku atau kamu to dik yg mbayarin penegak hukum… mereka sendiri yg mau mbayarin lah wong mereka punya duit mau bagi2 sama penegak hukum, biar saja to dik Susno… loh.. kok aku jadi masuk tahanan…? kamu sih dik susno … mau ngomong2 ginian gak gak rembukan dulu karo aku… nek ngono (kalo gitu) kita masuk tahnan bareng2 aja yuk…. trus kita istirahat di tahanan (tahanan kita kan lain)… biar orang2 pada bingung (penegak hukum sama komisi III dpr) pada ngurusin kasus ini.

Susno: tapi kan kasihan to mas syahril, mereka cape2 ngabisin anggaran (uang pajak + utang) buat ngurusin ginian…. aku gak mau tanggung jawab deh mas soal iki… aku isin karo anak cucuku….

Syahril: ora popo to dik susno, aku wis pengalaman mulai jamane mas harto ndisik loh… iki mung bagian dari sejarah….. mengko rakyat karo anggota dpr wis iso pinter dewe… kan saiki ra koyo ndisik, saiki wis bebas ngomong toh… dadi mengko sing bener opo ora kan iso ketok dewe (yang salah pasti keliahatan).

Susno: yoh … wis lah mas syahri…. terserah sampeyan sing wis pengalaman…. aku tak manut wae di kon istirahat neng tahanan aku yo manut… abis arep ngopo yo… arep ngotot yo tetep kalah karo sing kuwoso. yo….

Syahril: yo… ngono to…. dik susno… awake dewe istirahat wae neng tahanan…. aku wis kesel… arep leren wae.

http://www.asmari.co.cc/2010/04/masa-susno-kalah-terhormat-dibanding.html
Susno , “kalah terhormat” dengan Gayus Tambun(kegemukan uang korupsi)an
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Selasa, 13 April 2010 | 12:36 WIB
Para aktivis Satgas Pandawa menyesalkan tindakan penangkapan mantan Kabareskrim Komjen (Pol) Susno Duadji oleh Propam Mabes Polri di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (12/4/2010) malam. Selain itu, tindakan tersebut seperti dipaksakan atas alasan pelanggaran etika dan disiplin anggota Polri.

Hal ini disampaikan oleh John Mempi, salah satu aktivis Satgas Pandawa di Doekoen Cafe, Selasa ini. “Kami menyesalkan kejadian kemarin, Susno Duadji dinyatakan melanggar etika. Karena melanggar, sekarang Susno ditangkap di kamar mandi. Itu tidak beretika. Polisi enggak bermartabat itu. Masa, jenderal bintang tiga ditangkap di depan kamar mandi oleh kombes,” tuturnya dalam keterangan pers dan konsolidasi Solidaritas untuk Susno.

John mencoba membandingkan “kisah” penangkapan tersangka mafia pajak Gayus Tambunan yang ditangkap dengan pendekatan yang lebih lembut, yaitu dijemput oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

Sementara itu, aktivis lainnya, Dita Indah Sari, mengatakan bahwa Polri terkesan hanya menjaga nama baik korpsnya dalam drama gagah berani penangkapan Susno. Polri terlihat cepat menangkap Susno, tetapi lambat dalam menindaklanjuti testimoni Susno di depan Komisi III DPR RI pekan lalu.

“Itu kan belum disentuh dan didalami oleh Polri. Tapi kalau ada pelanggaran etika, Polri dengan gagah langsung mengejar Susno ke bandara dan menangkapnya di depan pintu kamar mandi,” ungkapnya.

Dita menagih janji Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri yang menyatakan akan mengusut mafia kasus di tubuh Polri, seperti yang diungkap Susno. Dita yakin, Kapolri pasti mengetahui rencana penangkapan itu. “Kami tuntut Bambang Hendarso memberi klarifikasi atas penangkapan ini karena ini tak mungkin tak berhubungan dengan testimoni Susno di Komisi III,” tegasnya.

http://www.detiknews.com/read/2010/04/14/183831/1338416/10/susno-bantah-nikmati-duit-dari-sj
Susno Bantah Nikmati Duit dari SJ
Didi Syafirdi – detikNews
Jakarta – Dalam pemeriksaan di Mabes Polri, Sjahril Johan menyebut ada aliran dana ke perwira tingggi Polri. Mantan Kabeskrim Komjen Pol Susno Duadji pun membantah menerima uang dari Sjahril.

“Saya kan yang membongkar, yang mengungkap kasus ini. Kalau saya terlibat, saya bodoh sekali. Ini yang namanya rekayasa, saya ungkap justru saya dituduh terlibat,” ujar Susno di kediamannya, Puri Cinere, Depok, Rabu (14/4/2010).

Susno menjelaskan, ia sejak lama melihat Sjahril Johan ‘bermain’ di Bareskrim. Susno pun memanggil Dir II Brigjen Pol Edmond Ilyas.

“Ternyata setelah saya turun, kasus ini dimainkan. Itulah dasar saya menuduh SJ bermain. Saya tahu dia sudah siapkan sejumlah uang,” tegas Susno.

Susno tidak menampik kenal dengan SJ. Tetapi jika dikatakan hubungan dirinya dengan SJ seperti kakak dan adik, Susno menyebut hal itu terlalu dilebih-lebihkan.

“Siapa tidak kenal dengan SJ? Semua juga kenal. Hanya pas kemarin saya munculkan namanya, tapi semua takut menyebutnya,” pungkas Susno.

Categories: Serba-serbi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: