Home > e-commerce, Edukasi > Memahami Media Sosial

Memahami Media Sosial

Dalam menggunakan media sosial, tentu memerlukan media internet sebagai penghubungnya dan sudah tidak ada keraguan lagi, bahwa internet telah merubah dunia. Demikian mudahnya mengakses informasi, berkomunikasi dengan orang-orang diseluruh dunia, membagi artikel, video, foto, dan media-media lain yang mendukung dalam menampilkan informasi maupun produk.

Internet telah membuat lingkungan menjadi semakin terhubung, dan pertumbuhan penggunaan internet telah mengakibatkan distribusi media tradisional seperti televisi, radio, surat kabar, dan majalah menjadi semakin menurun. Pemasaran dalam lingkungan terhubung dan menggunakan konektivitas itu telah menjadi media pendukung terbaik dalam pemasaran online.

Marketing mencakup berbagai macam strategi, tapi apa yang mendasari kesuksesan pemasaran adalah pendekatan yang berpusat pada pengguna sebagai pembeli maupun penjual yang semakin mengakrabkan antar keduanya dengan adanya strategi ini. Sementara Internet dan World Wide Web telah memungkinkan apa yang kita sebut sebagai media baru, teori-teori yang mengarah pada perkembangan internet telah berkembang sejak tahun 1950-an

4.1.pms_image003Gambar 4.1 : https://www.facebook.com

4.1.pms_image004Gambar 4.2 : https://www.twitter.com

4.1.pms_image005Gambar 4.3 : http://www.linkedin.com

4.1.pms_image006Gambar 4.4 : https://plus.google.com

4.1.pms_image007Gambar 4.5 : http://www.pinterest.com

Konsep kerja media sosial dibagi kepada para pengguna untuk membuat website mereka sendiri, misalnya; ditandai dengan salah satu dari enam “nama kota” yang dikenal dengan karakteristik tertentu.

Sebagaimana kita ketahui bahwa media sosial yang telah bekembang pesat dengan munculnya Facebook, Twitter, LinkIn, Pinterest dan Google+ kini menjadi alat marketing dan peningkatan merek dangang (branding) yang sangat efektif. Interaksi 2 arah yang hangat dan natural merupakan kelebihan Media Social dibandingkan media promosi lainnya.

Namun mengelola Media Social membutuhkan waktu, tenaga dan keahlian. Mengelola fanpage atau twitter seperti sebuah seni berkomunikasi. Social media yang kurang terupdate akan menyebabkan kehilangan komunikasi dengan para Fans/(Follower). Sebaliknya aktivitas promosi yang berlebihan dan monoton menyebabkan kebosanan dan bahkan bisa ditinggalkan para Fans/Follower.  Banyak perusahaan juga tidak mempunyai cukup waktu atau sumber daya untuk mengelola Media Sosial mereka.

4.1.pms_image008

http://sirfmarketing.com/2013/07/16/viral-marketing/

Gambar 4.6   : Hubungan antar media social sebagai jalur viral marketing

Sosial Media adalah sebuah media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial termasuk facebook, LinkedIn dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan sosial media sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran isi dalam media social yang dapat dilakukan oleh para pengguna terdaftar (user-generated content)“.

Media sosial berbeda dari media industri / tradisional dalam banyak hal, termasuk kualitas, jangkauan, frekuensi, kegunaan, kedekatan, dan keabadian. Ada banyak efek yang berasal dari penggunaan internet. Menurut Nielsen, pengguna internet terus menghabiskan lebih banyak waktu dengan situs media sosial daripada jenis situs lainnya. Pada saat yang sama, total waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial melalui PC dan perangkat mobile di Amerika Serikat meningkat sebesar 37 persen menjadi 121 miliar menit pada Juli 2012 dibandingkan dengan 88 miliar menit pada bulan Juli 2011. Untuk kontributor konten, manfaat berpartisipasi dalam media sosial telah melampaui berbagai komunitas sosial untuk membangun reputasi dan peluang karir serta pendapatan keuangan, seperti yang dibahas dalam Tang, Gu, dan Whinston (2012).

Sebagian besar kritik media sosial tentang eksklusivitas sebagai situs yang paling tidak memungkinkan transfer informasi dari satu ke yang lain, kesenjangan informasi yang tersedia, masalah dengan kepercayaan dan keandalan dari informasi yang disajikan, konsentrasi, kepemilikan konten media, dan makna interaksi yang diciptakan oleh media sosial. Namun, ia juga berpendapat bahwa media sosial memiliki efek positif seperti memungkinkan demokratisasi internet sementara juga memungkinkan individu untuk mengiklankan diri mereka sendiri dan membentuk persahabatan
Kebanyakan orang mengasosiasikan media sosial dengan hasil positif, namun hal ini tidak selalu terjadi. Karena peningkatan dalam situs media sosial, tampaknya ada korelasi positif antara penggunaan media lain seperti yang terjadi dengan adanya kasus-kasus, predator seksual melalui online (cyber-bullying), dan penurunan tatap muka interaksi Sosial media dapat mengekspos anak-anak dengan menampilkan gambar alkohol, tembakau, dan perilaku seksual menyimpang.

4.1.pms_image009Gambar 4.7 : Beberapa media sosial yang biasa digunakan

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: