Home > e-commerce, Edukasi > Pemanfatan Viral Marketing

Pemanfatan Viral Marketing

Viral marketing , biasa dianggap sebagai iklan virus, atau mendengungkan (buzz) tentang pemasaran dan merupakan istilah-istilah yang mengacu pada teknik pemasaran yang menggunakan layanan jejaring sosial yang sudah ada dan teknologi lainnya untuk menghasilkan peningkatan kesadaran merek tertentu atau untuk mencapai tujuan pemasaran lainnya (seperti penjualan produk).

Pemasaran model viral dimaksudkan untuk mendorong para agen untuk mereplikasi kemampuan penjual produk untuk bertindak sebagai agen untuk menawarkan produk, baik dengan cara sadar maupun kecenderukan ‘memaksas’ melalui proses penyebaran iklan yang memiliki kemampuan untuk meneruskan ke calon pelanggan lain, atau dengan cara mereplikasi diri, pemasaran viral ini sering dianalogikan dengan penyebaran virus atau virus komputer (melalui internet  dan jaringan lokal) yang terutama dikenali oleh sebagian besar antivirus yang dikenal juga sebagai pendeteksi akses halaman web (web phising). Hal ini dapat disampaikan dari mulut ke mulut atau ditingkatkan oleh efek jaringan internet line tetap maupun jaringan mobile.

4.1.pms_image0124.1.pms_image0134.1.pms_image014Pemasaran Viral dilakukan dengan cara menyebarkan informasi melalui pemanfaatan database pengguna Internet dengan status ‘free’ (gratis) yang telah terdaftar dan digunakan secara massal. Contoh yang dapat diambil adalah situs web surat elektronik gratis seperti Yahoo!, Hotmail, dan GMail, yang selain memberikan pelayanan email gratis, juga memberikan berbagai penawaran produk bersamaan dengan layanan email tersebut.

4.1.pms_image016Pemasaran viral adalah suatu bentuk strategi pemasaran modern yang menjanjikan ketenaran produk yang dipasarkan, dengan melihat tingginya animo masyarakat yang selalu terhubung koneksi internet untuk mengakses fitur-fitur gratis (yang sebenarnya telah diselipkan berbagai macam link yang menjadi terapan dari pemasaran viral). Ide kreatif sangat diperlukan dalam jenis pemasaran ini karena masyarakat pengguna internet cukup kritis dalam memilah informasi mana yang murni sebagai informasi dan mana yang merupakan strategi bisnis.

4.1.pms_image0174.1.pms_image018Skema yang memungkinkan terjadinya viral marketing

Untuk melakukan viral marketing dapat bekerja dengan baik dengan mempertimbangkan etika penyampaian atau penggalian informasi, maka perlu dilakukan penyampaian informasi yang sebenarnya kepada calon penerima pesan dan dilakukan dilingkungan yang tepat bagi mereka sebagai calon pelanggan. Sebagaimana disampaikan professors Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, dengan mengenal tiga bagian berikut;

  1. Penyampai Pesan: Ada tiga tipe tertentu dari utusan yang diperlukan untuk memastikan transformasi pesan biasa yang dikenali sebagai sebuah virus: para ahli pasar, hub sosial, dan penjual. Para ahli pasar sebagai individu yang terus-menerus ‘melakukan menyampaikan informasi’ mengenai (informasi khusus tentang produk yang dipasarkan), mereka biasanya melakukan  pengiriman pesan ke berbagai jejaring sosial yang mereka kelola atau mereka sebagai anggota grup dari jejaring social tersebut. Hubungan sosial antara orang-orang dengan kelompok hubungan sosial yang sangat besar, mereka sering berhubungan dengan ratusan atau bahkan ribuan orang yang berbeda dan memiliki kemampuan untuk melayani sebagai konektor atau jembatan antara subkultur yang berbeda. Jaringan pemasaran mungkin diperlukan oleh para penerima pesan dari para ahli pasar, memperkuat informasi yang disampaikan dengan membuatnya menjadi lebih relevan dan persuasif, kemudian mengirimkannya ke jejaring sosial untuk distribusikan lebih lanjut. Para pakar pasar mungkin dapat melakukan penyampaian pesan yang sangat tidak meyakinkan dalam pengiriman informasi.
  2. Pesan: Hanya pesan yang mudah diingat dan cukup menarik untuk dapat diteruskan kepada orang lain yang memiliki potensi untuk memacu fenomena viral marketing. Membuat pesan lebih berkesan dan menarik atau hanya lebih menyebar, seringkali bukan soal perubahan besar tapi sedikit penyesuaian tentang gaya informasi yang lebih layak untuk dapat disampaikan pada area jejaring social yang lebih dikenali karakteristiknya dengan gaya pesan tertentu.
  3. Lingkungan: Lingkungan sangat penting dalam kebangkitan viral marketing yang sukses – perubahan kecil dalam memimpin lingkungan untuk dapat memperoleh hasil yang besar, dan orang-orang yang jauh lebih sensitif terhadap lingkungan. Waktu dan konteks peluncuran kampanye pesan dapat disampaikan dengan benar.

4.1.pms_image019Penjaringan alamat email sebagai media penawaran informasi

Berbagai media yang sering dilibatkan dan dimanfaatkan oleh Viral marketing, antara lain sebagai berikut;

  • Layanan partisipasi pelanggan dan polling
  • kontribusi organisasi-Industri khusus
  • mesin pencari internet dan blog
  • integrasi smartphone Ponsel
  • Beberapa bentuk cetak dan pemasaran langsung
  • layanan web target pemasaran
  • Search engine optimization (SEO)
  • Sosial media optimasi (SMO)
  • Televisi dan radio

Target Pemasaran Viral didasarkan pada tiga prinsip penting, antara lain :

  • Berkumpulnya Profil dalam media sosial
  • Kedekatan Analisis pasar
  • Analisis Real-time ketepatan Kata kunci

4.1.pms_image020Contoh form isian data sebagai gerbang awal dari viral marketing

4.1.pms_image021Contoh email iklan penawaran informasi

4.1.pms_image022Kumpulan Profile informasi dalam media sosial

Pustaka

Categories: e-commerce, Edukasi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: