Archive

Archive for the ‘Edukasi’ Category

Menguji Kekuatan Do’a

March 28, 2016 Leave a comment

Manusia berurusan dengan kekuatan yang paling luar biasa di dunia ketika manusia berdoa. Rahasia doa adalah untuk menemukan proses yang akan paling efektif membuka pikiran manusia dengan rendah hati kepada Allah. Setiap metode di mana manusia dapat merangsang kuasa Allah mengalir ke dalam pikiran manusia dapat dikatakan benar.

Ilustrasi dari penggunaan ilmiah doa adalah pengalaman seorang yang membuka usaha sesuai karakter usahanya sendiri, yaitu menyediakan makanan “melalui lorong kecil disisi dinding perkantoran” disebuah kota metropolitan. Dia memiliki satu pegawai. Dalam beberapa tahun mereka pindah ke ruang berupa kios yang lebih besar dan kemudian pindah lagi ke perempat yang lebih memiliki jangkauan lebih luas dari calon pelanggan. Ini menjadi sebuah inspirasi yang sangat sukses sebagaimana yang dilakukan oleh McD.

Metode ini manusia bisnis karena ia digambarkan itu “untuk mengisi lubang kecil di dinding dengan doa dan pikiran optimis bahwa semua orang butuh makan.” Dia menyatakan bahwa kerja keras, berpikir positif, adil, pengobatan yang tepat dari orang-orang dan jenis yang tepat dari berdoa selalu mendapatkan hasil. Orang ini bekerja rumus sederhana sendiri untuk memecahkan permasalahannya melalui kekuatan doa. Rumusnya adalah: Prayerize, Picturize, Actualize.

Dengan “prayerize” berarti melakukan doa harian dengan kreatif. Ketika masalah muncul, ia membicarakannya dengan Allah secara sederhana dan langsung dengan berdoa. Selain itu, ia merasa dilindungi Allah dimanapun dia berada, di kantornya, di rumahnya, di jalan, di mobilnya, selalu dekat dengan Allah sebagai mitra. Dia mengikuti dengan serius perintah Kitab Sucinya untuk “berdoa tanpa henti.” Dia menafsirkannya dengan cara bahwa ia harus pergi setiap hari untuk berdiskusi dengan Allah dengan cara yang biasa dan alami untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang harus dia tangani. Dia tidak hanya sering ruku, sujud dan berdoa, tetapi akan mengatakan kepada Tuhannya, “Apa yang akan saya lakukan tentang hal ini, yaa Tuhan?” Atau “Berikan saya pandangan dan jalan keluar yang baik tentang hal ini, yaa Tuhanku.”

Poin kedua di formula kreatifitas doa adalah untuk melakukan “picturized“. Faktor dasar dalam fisika adalah gaya. Faktor dasar dalam psikologi adalah keinginan realisasi. Ketika kegagalan ataupun kesuksesan picturized itu sangat cenderung untuk mengaktualisasikan diri dalam hal yang setara dengan mental yang digambarkan.

Untuk menjamin sesuatu yang berharga dapat terjadi, pertama berdoalah tentang hal itu dan mengujinya menurut kehendak Allah. Kemudian mencetak gambaran itu di pikiran kita bahwa hal itu telah terjadi, menggambarkan dengan tegas dan penuh kesadaran. Lanjutkan untuk menyerahkan gambar dengan kehendak Allah adalah untuk mengatakan, menempatkan materi di tangan Allah dan mengikuti bimbingaNya. Bekerja keras dan cerdas, sehingga melakukan bagian manusia untuk mencapai keberhasilan. Praktek percaya dan terus memegang gambar di pikiran manusia. Lakukan ini dan manusia akan tercengang dengan cara yang aneh di mana gambar datang dengan keberhasilan. Beginilah gambaran “actualize.” Hal itulah yang telah manusia lakukan dengan “prayerized“, “picturized” dan “actualize” berdasarkan realisasi pola keinginan manusia dengan cara menerapkan kuasa Allah kepadanya, dan jika, manusia memberikan sepenuhnya hatinya untuk merealisasikannya.

Sebagian manusia telah berlatih metode doa ini dan menemukan kekuatan besar di dalamnya. Beberapa teman juga telah menyampaikan bahwa cara itu kembali memberikan daya kreatif dengan pengalaman yang diperolehnya. Untuk mereka itu, seorang wanita menemukan bahwa suaminya telah hilang darinya. Mereka berdua telah menjadi memiliki keluarga yang bahagia, tapi setelah sekian lama istri menjadi sibuk dalam urusan sosialnya dan suami juga sibuk dengan pekerjaannya. Sebelum mereka mengetahui hal itu, mengalami perpisahan, dalam waktu lama dan persahabatan menjadi hilang. Suatu hari ada seorang pria lain yang menyatakan ketertarikannya dengan dirinya yang telah sekian lama hidup terpisah dengan suaminya. Dia menjadi terkejut. Dia berkonsultasi dengan penasehat perkawinannya, yang menyarankan padanya untuk berdoa dan melakukan “picturize.” Dia juga menyarankannya untuk menggambaran pemikirannya dengan cara memulihkan persahabatan yang telah terjadi dimasa lampau, untuk memvisualisasikan kebaikan yang dimiliki oleh suami, dan untuk gambar keharmonisan yang pernah terjadi diantara mereka berdua. Dia menggambar hal ini dengan penuh keyakinan.

Kini suaminya memberitahukannya bahwa ia ingin bercerai. Dia telah menaklukkan rasa kagetnya dan menjawab dengan pelan bahwa ia bersedia jika ia menginginkannya, tapi menyarankan untuk menangguhkan keputusannya: “Jika setelah sembilan puluh hari pasangan ini masih ingin bercerai, saya akan menyetujui permohonannya”. Dia memperlihatkan kebingungannya, karena ia mengharapkan sebuah kejutan.

Malam demi malam ia pergi keluar, dan malam demi malam ia duduk di rumah, tapi dia membayangkan dirinya duduk di kursi tuanya. Dia bahkan membayangkan dirinya mengeringkan piring-piring seperti yang pernah ia lakukan ketika mereka pertama kali menikah. Dia membayangkan mereka berdua pergi dan berlibur bersama-sama seperti dulu. Dia mempertahankan gambaran ini dengan keyakinan yang mantap pada satu malam saat ia duduk di kursinya. Kadang-kadang ia ingin pergi keluar, tetapi semakin malam ia tetap duduk di kursinya. Lalu suatu sore hari ia bertanya, “Apa yang manusia katakan untuk berlibur?” Hari-hari berlalu dengan kesenangan sampai dia menyadari bahwa hari kesembilan puluh telah tiba, sehingga malam itu dia berkata pelan, “Gus, ini adalah hari kesembilan puluh. ”

“Apa maksudmu,” tanyanya dengan rasa bingung, “hari ke sembilan puluh?”

“Kenapa, kau tidak ingat? Kita sepakat untuk menunggu sembilan puluh hari untuk menyelesaikan materi perceraian dan ini adalah hari terakhir”.

Dia menatapnya sejenak, lalu disembunyikan dibalik halaman materi perceraian, lalu mengatakan, “Jangan konyol. Aku tidak mungkin bisa hidup tanpamu. Dimana kamu pernah mendapatkan ide aku akan meninggalkanmu? ”

Kita mungkin pernah mengetahui banyak orang lain yang telah berhasil dengan menerapkan teknik ini. Ketika perasaan tulus dan cerdas dicerna dengan sabar, maka situasi ini telah menghasilkan jalan keluar yang sangat baik, maka cara seperti itu dapat dianggap sebagai metode yang luar biasa dari efisiensi doa. Orang-orang yang mencoba metode ini dengan serius dan benar-benar menggunakannya, akan mendapatkan hasil yang menakjubkan.

Categories: Edukasi, Serba-serbi

Unggah File ke Virtual Drive Cloudme.com

March 23, 2016 Leave a comment

Tidak ada alasan ketinggalan file ataupun flashdisk, yang mungkin adalah tidak punya kuota, tidak dapat akses wireless, ataupun tablet tidak ada baterai (dan inipun masih dapat dilakukan dengan cara meminjam 🙂 )

Ketika kita bekerja ditempat lain atau di pulau lain bahkan di negara lain sekalipun, seharusnya kita dapat melakukan task itu karena data kita dapat di akses dimanapun (asalkan kita punya Virtual Storage, Online Storage yang setiap akunnya berkapasitas 15Gb s/d 25 Gb)

Berikut cara kita upload file ke Online Storage https://org.cloudme.com

  • Pastikan memiliki akun di cloudme.com
  • Login menggunakan usernave dan akun yang dibuat di Cloudme.com
  • Atur window browser yang sudah login jadi setengah area monitor, dan posisikan disebelah kiri (atur sesuai selera)
  • Buka folder berisi file yang akan diupload.
  • Atur window folder menjadi setengah monitor dan posisikan di sebelah kanan monitor.
  • Pada window Cloudme.com yang telah login dengan akun, buatlah folder sesuai nama folder yang ada di folder yang akan di upload (untuk lebih mudah gunakan fasilitas copy nama folder di window folder yang sudah terbuka, dan buat folder di window Cloudme.com yang telah login, pada posisi pop-up New Folder, paste hasil copy folder sebelumnya)
  • Lakukan cara yang sama untuk semua folder.
  • Buka folder di Cloudme.com dan buka folder di folder komputer yang akan di unggah filenya.
  • Pilih (select) file yang ada dalam folder komputer yang akan diupload lalu klik dan tahan, kemudian drag (geser) ke window Cloudme.com yang telah terbuka foldernya dan lepas klik diposisi folder Cloudme.com yang telah terbuka tersebut dan tunggu sampai proses unggah (upload) selesai.
  • Lakukan cara yang sama untuk file dari folder yang sama.

Untuk memvisualisasikan proses tersebut dapat kita cermati video berikut;

Categories: Materi, Serba-serbi, Teknologi

Hijack melalui aplikasi atau plug-in

February 15, 2016 Leave a comment

Force Marketing / Pencurian data pribadi melalui aplikasi atau plug-in iklan di browser

Pada awalnya kita ingin mencari aplikasi atau ingin melihat demo game yang sebagian besar berbasiskan Flash. Kemudian browser anda member peringatan bahwa flash player di browser anda telah kedaluarsa, walaupun sesungguhnya komputer anda telah memiliki Flash Player yang baru (missal: versi 20.x) dan diminta untuk menginstal yang baru (padalah hasil download dari browser adalah versi 15.x namun telah disusupi oleh program / plug-in yang akan mencuri data-data pribadi melalui berbagai link iklan ataupun meminta untuk mengisi form tertentu).

image001 image002

Setelah anda men-download flash player (hasil hijack / bajakan)

image003

dan mulai menginstalasi flash player palsu tersebut, jika anda langsung menginstalasikan tanpa memilih menu custom, maka computer anda akan langsung terinfeksi, baik melalui aplikasi ataupun plug-in di browser yang anda gunakan.

image004a

Karena flash player yang anda download telah menitipkan (menyisipkan) program / plug-in Palikan Search yang bertindak seolah-oleh sebagai mesin pencari yang akan menawarkan link-link iklan yang bermaksud mencuri data-data pribadi di computer anda termsuk email, telepon, password dan data-data lainnya. Jadi pastikan anda menggunakan komputer dan browser dengan sikap attentive, awareness dan care. Gunakan perangkat gadget anda dengan bijak.

Jika proses instalasi tersebut dilanjutkan, maka computer kita akan terinfeksi oleh virus dari file aplikasi maupun dari plug-in di browser yang kita gunakan. Dalam istilah marketing biasa disebut dengan force marketing (pemasaran yang memaksa melalui program gratis atau iklan di halaman web yang memasang palikon search.

Palikon.com adalah plug-in pembajak melalui browser, atau program yang sangat tidak diinginkan yang bertindak seolah olah sebagai mesin pencari (search engine). Palikon cukup terkenal, namun bukannya memberikan anda tentang hasil pencarian yang sangat baik, tapi palikon (bahkan sejenisnya yang sangat banyak di halaman web) yang membawa anda (pencari game atau aplikasi gratis) dan memberikan pada anda beberapa hasil yang tidak akurat dan penuh link sponsor. Rupanya, palikan.com dikembangkan oleh personil krimilal di dunia maya dengan tujuan mengumpulkan informasi krusial (penting dengan maksud pencurian data pribadi), seperti sejarah yang terjadi pada beberapa browser, cookies dan bahkan program/aplikasi pelindung password (yang menurut anda sebagai pengaman, namun sejatinya adalah pencurian data pribadi).

Jika anda benar-benar melanjutkan menginstalasi Flash Player update yang telah ter-hijack tersebut dengan normal atau tanpa kustomisasi, maka anda akan mendapatkan tambahan plug-in di browser anda yang bertindak seolah-oleh sebagai mesin pencari (yang pastinya akan mencuri data-data pribadi di komputer anda)

Maka kewaspadaan, kesadaran dan kepedulian pada perangkat komputer atau gadget anda menjadi hal yang penting, jika anda tidak ingin bermasalah dengannya 🙂

image005

Dan yang pasti bukan hanya aplikasi / plug-in seperti diatas yang beredar di dunia maya, pasti akan sangat banyak dengan nama yang berbeda-beda dan bahkan mungkin sangat menarik perhatian anda.

Categories: e-commerce, Teknologi

Pemanfatan Viral Marketing

December 20, 2013 Leave a comment

Viral marketing , biasa dianggap sebagai iklan virus, atau mendengungkan (buzz) tentang pemasaran dan merupakan istilah-istilah yang mengacu pada teknik pemasaran yang menggunakan layanan jejaring sosial yang sudah ada dan teknologi lainnya untuk menghasilkan peningkatan kesadaran merek tertentu atau untuk mencapai tujuan pemasaran lainnya (seperti penjualan produk).

Pemasaran model viral dimaksudkan untuk mendorong para agen untuk mereplikasi kemampuan penjual produk untuk bertindak sebagai agen untuk menawarkan produk, baik dengan cara sadar maupun kecenderukan ‘memaksas’ melalui proses penyebaran iklan yang memiliki kemampuan untuk meneruskan ke calon pelanggan lain, atau dengan cara mereplikasi diri, pemasaran viral ini sering dianalogikan dengan penyebaran virus atau virus komputer (melalui internet  dan jaringan lokal) yang terutama dikenali oleh sebagian besar antivirus yang dikenal juga sebagai pendeteksi akses halaman web (web phising). Hal ini dapat disampaikan dari mulut ke mulut atau ditingkatkan oleh efek jaringan internet line tetap maupun jaringan mobile.

4.1.pms_image0124.1.pms_image0134.1.pms_image014Pemasaran Viral dilakukan dengan cara menyebarkan informasi melalui pemanfaatan database pengguna Internet dengan status ‘free’ (gratis) yang telah terdaftar dan digunakan secara massal. Contoh yang dapat diambil adalah situs web surat elektronik gratis seperti Yahoo!, Hotmail, dan GMail, yang selain memberikan pelayanan email gratis, juga memberikan berbagai penawaran produk bersamaan dengan layanan email tersebut.

4.1.pms_image016Pemasaran viral adalah suatu bentuk strategi pemasaran modern yang menjanjikan ketenaran produk yang dipasarkan, dengan melihat tingginya animo masyarakat yang selalu terhubung koneksi internet untuk mengakses fitur-fitur gratis (yang sebenarnya telah diselipkan berbagai macam link yang menjadi terapan dari pemasaran viral). Ide kreatif sangat diperlukan dalam jenis pemasaran ini karena masyarakat pengguna internet cukup kritis dalam memilah informasi mana yang murni sebagai informasi dan mana yang merupakan strategi bisnis.

4.1.pms_image0174.1.pms_image018Skema yang memungkinkan terjadinya viral marketing

Untuk melakukan viral marketing dapat bekerja dengan baik dengan mempertimbangkan etika penyampaian atau penggalian informasi, maka perlu dilakukan penyampaian informasi yang sebenarnya kepada calon penerima pesan dan dilakukan dilingkungan yang tepat bagi mereka sebagai calon pelanggan. Sebagaimana disampaikan professors Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, dengan mengenal tiga bagian berikut;

  1. Penyampai Pesan: Ada tiga tipe tertentu dari utusan yang diperlukan untuk memastikan transformasi pesan biasa yang dikenali sebagai sebuah virus: para ahli pasar, hub sosial, dan penjual. Para ahli pasar sebagai individu yang terus-menerus ‘melakukan menyampaikan informasi’ mengenai (informasi khusus tentang produk yang dipasarkan), mereka biasanya melakukan  pengiriman pesan ke berbagai jejaring sosial yang mereka kelola atau mereka sebagai anggota grup dari jejaring social tersebut. Hubungan sosial antara orang-orang dengan kelompok hubungan sosial yang sangat besar, mereka sering berhubungan dengan ratusan atau bahkan ribuan orang yang berbeda dan memiliki kemampuan untuk melayani sebagai konektor atau jembatan antara subkultur yang berbeda. Jaringan pemasaran mungkin diperlukan oleh para penerima pesan dari para ahli pasar, memperkuat informasi yang disampaikan dengan membuatnya menjadi lebih relevan dan persuasif, kemudian mengirimkannya ke jejaring sosial untuk distribusikan lebih lanjut. Para pakar pasar mungkin dapat melakukan penyampaian pesan yang sangat tidak meyakinkan dalam pengiriman informasi.
  2. Pesan: Hanya pesan yang mudah diingat dan cukup menarik untuk dapat diteruskan kepada orang lain yang memiliki potensi untuk memacu fenomena viral marketing. Membuat pesan lebih berkesan dan menarik atau hanya lebih menyebar, seringkali bukan soal perubahan besar tapi sedikit penyesuaian tentang gaya informasi yang lebih layak untuk dapat disampaikan pada area jejaring social yang lebih dikenali karakteristiknya dengan gaya pesan tertentu.
  3. Lingkungan: Lingkungan sangat penting dalam kebangkitan viral marketing yang sukses – perubahan kecil dalam memimpin lingkungan untuk dapat memperoleh hasil yang besar, dan orang-orang yang jauh lebih sensitif terhadap lingkungan. Waktu dan konteks peluncuran kampanye pesan dapat disampaikan dengan benar.

4.1.pms_image019Penjaringan alamat email sebagai media penawaran informasi

Berbagai media yang sering dilibatkan dan dimanfaatkan oleh Viral marketing, antara lain sebagai berikut;

  • Layanan partisipasi pelanggan dan polling
  • kontribusi organisasi-Industri khusus
  • mesin pencari internet dan blog
  • integrasi smartphone Ponsel
  • Beberapa bentuk cetak dan pemasaran langsung
  • layanan web target pemasaran
  • Search engine optimization (SEO)
  • Sosial media optimasi (SMO)
  • Televisi dan radio

Target Pemasaran Viral didasarkan pada tiga prinsip penting, antara lain :

  • Berkumpulnya Profil dalam media sosial
  • Kedekatan Analisis pasar
  • Analisis Real-time ketepatan Kata kunci

4.1.pms_image020Contoh form isian data sebagai gerbang awal dari viral marketing

4.1.pms_image021Contoh email iklan penawaran informasi

4.1.pms_image022Kumpulan Profile informasi dalam media sosial

Pustaka

Categories: e-commerce, Edukasi

Memahami Media Sosial

December 20, 2013 Leave a comment

Dalam menggunakan media sosial, tentu memerlukan media internet sebagai penghubungnya dan sudah tidak ada keraguan lagi, bahwa internet telah merubah dunia. Demikian mudahnya mengakses informasi, berkomunikasi dengan orang-orang diseluruh dunia, membagi artikel, video, foto, dan media-media lain yang mendukung dalam menampilkan informasi maupun produk.

Internet telah membuat lingkungan menjadi semakin terhubung, dan pertumbuhan penggunaan internet telah mengakibatkan distribusi media tradisional seperti televisi, radio, surat kabar, dan majalah menjadi semakin menurun. Pemasaran dalam lingkungan terhubung dan menggunakan konektivitas itu telah menjadi media pendukung terbaik dalam pemasaran online.

Marketing mencakup berbagai macam strategi, tapi apa yang mendasari kesuksesan pemasaran adalah pendekatan yang berpusat pada pengguna sebagai pembeli maupun penjual yang semakin mengakrabkan antar keduanya dengan adanya strategi ini. Sementara Internet dan World Wide Web telah memungkinkan apa yang kita sebut sebagai media baru, teori-teori yang mengarah pada perkembangan internet telah berkembang sejak tahun 1950-an

4.1.pms_image003Gambar 4.1 : https://www.facebook.com

4.1.pms_image004Gambar 4.2 : https://www.twitter.com

4.1.pms_image005Gambar 4.3 : http://www.linkedin.com

4.1.pms_image006Gambar 4.4 : https://plus.google.com

4.1.pms_image007Gambar 4.5 : http://www.pinterest.com

Konsep kerja media sosial dibagi kepada para pengguna untuk membuat website mereka sendiri, misalnya; ditandai dengan salah satu dari enam “nama kota” yang dikenal dengan karakteristik tertentu.

Sebagaimana kita ketahui bahwa media sosial yang telah bekembang pesat dengan munculnya Facebook, Twitter, LinkIn, Pinterest dan Google+ kini menjadi alat marketing dan peningkatan merek dangang (branding) yang sangat efektif. Interaksi 2 arah yang hangat dan natural merupakan kelebihan Media Social dibandingkan media promosi lainnya.

Namun mengelola Media Social membutuhkan waktu, tenaga dan keahlian. Mengelola fanpage atau twitter seperti sebuah seni berkomunikasi. Social media yang kurang terupdate akan menyebabkan kehilangan komunikasi dengan para Fans/(Follower). Sebaliknya aktivitas promosi yang berlebihan dan monoton menyebabkan kebosanan dan bahkan bisa ditinggalkan para Fans/Follower.  Banyak perusahaan juga tidak mempunyai cukup waktu atau sumber daya untuk mengelola Media Sosial mereka.

4.1.pms_image008

http://sirfmarketing.com/2013/07/16/viral-marketing/

Gambar 4.6   : Hubungan antar media social sebagai jalur viral marketing

Sosial Media adalah sebuah media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial termasuk facebook, LinkedIn dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan sosial media sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran isi dalam media social yang dapat dilakukan oleh para pengguna terdaftar (user-generated content)“.

Media sosial berbeda dari media industri / tradisional dalam banyak hal, termasuk kualitas, jangkauan, frekuensi, kegunaan, kedekatan, dan keabadian. Ada banyak efek yang berasal dari penggunaan internet. Menurut Nielsen, pengguna internet terus menghabiskan lebih banyak waktu dengan situs media sosial daripada jenis situs lainnya. Pada saat yang sama, total waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial melalui PC dan perangkat mobile di Amerika Serikat meningkat sebesar 37 persen menjadi 121 miliar menit pada Juli 2012 dibandingkan dengan 88 miliar menit pada bulan Juli 2011. Untuk kontributor konten, manfaat berpartisipasi dalam media sosial telah melampaui berbagai komunitas sosial untuk membangun reputasi dan peluang karir serta pendapatan keuangan, seperti yang dibahas dalam Tang, Gu, dan Whinston (2012).

Sebagian besar kritik media sosial tentang eksklusivitas sebagai situs yang paling tidak memungkinkan transfer informasi dari satu ke yang lain, kesenjangan informasi yang tersedia, masalah dengan kepercayaan dan keandalan dari informasi yang disajikan, konsentrasi, kepemilikan konten media, dan makna interaksi yang diciptakan oleh media sosial. Namun, ia juga berpendapat bahwa media sosial memiliki efek positif seperti memungkinkan demokratisasi internet sementara juga memungkinkan individu untuk mengiklankan diri mereka sendiri dan membentuk persahabatan
Kebanyakan orang mengasosiasikan media sosial dengan hasil positif, namun hal ini tidak selalu terjadi. Karena peningkatan dalam situs media sosial, tampaknya ada korelasi positif antara penggunaan media lain seperti yang terjadi dengan adanya kasus-kasus, predator seksual melalui online (cyber-bullying), dan penurunan tatap muka interaksi Sosial media dapat mengekspos anak-anak dengan menampilkan gambar alkohol, tembakau, dan perilaku seksual menyimpang.

4.1.pms_image009Gambar 4.7 : Beberapa media sosial yang biasa digunakan

PowerPoint 2007

November 30, 2012 Leave a comment

Pokok Bahasan

  • Membuka dan menampilkan file presentasi PowerPoint yang sudah ada di komputer
  • Mengganti tampilan dan mengatur presentasi
  • Menampilkan presentasi dalam tampilan Slide Show
  • Merencanakan presentasi
  • Membuat presentasi menggunakan Template
  • Membuat Tombol Aksi (Action Button)
  • Mengedit teks pada slides
  • Menambah, memindah, dan menghapus slides
  • Promote dan Demote pada teks dengan bullet
  • Memeriksa spelling dalam presentasi
  • Menggunakan Research task pane
  • Membuat speaker notes
  • Menampilkan dan print slides, handouts, dan speaker notes

Slide lengkap    (klik kanan – Save Link As, untuk download)

Modul PowerPoint 2007   (klik kanan – Save Link As, untuk download)

Aplikasi Pendukuung PowerPoint

Picture Manager 2007  (klik kanan – Save Link As, untuk download)

Categories: Edukasi, Materi

Pejuang Kebijakan melawan Mafia Hukum

March 23, 2010 Leave a comment

SBY terheran-heran, kok mafia ada dipenegak hukum yang harusnya jadi panglima dalam menegakkan keadilan, bahkan para mantan pegawainya yang menggeliat dengan cara menunjukkan keganjilan/keracunan institusi yang pernah dihuninya yang sedang terkena virus Markus, sedang diburu(diadili) oleh pejuang yang sedang melindungi kesucian institusinya, dengan cara menjatuhkan hukuman mati (sebagaimana yang dilakukan oleh Cirus Sinaga) yang tidak mampu menghadirkan barang bukti yang vital sebagai bukti bahwa tersangka (Antasari) yang menjadi otak pembunuhan Nasrudin.

Hal senada juga sedang dilakukan oleh Susno Duadji yang tengah mati-matian berusaha menunjukkan keganjilan yang ada di tubuh Polri. Bahkan Susno Duadji sampai rela mengorbankan pekerjaannya (bahkan mungkin diri dan keluarganya) demi membongkar virus Markus yang telah menginveksi institusi penegak hukum.
Mampukah sang pejuang keadilan (kebijakan) melawan sebuah institusi besar yang dari dulu telah terkenal sebagai institusi penegak hukum yang dianggap suci dari segala kekotoran (virus). Tentunya hanya pribadi yang ikhlas juga yang mampu membuktikannya tentunya dengan bantuan masyarakat peduli hukum yang tidak ditunggangi kepentingan pribadi dan kelompok, namun menginginkan kejelasan dan kebenaran hanya dari rahmat Yang Maha Kuasa, tapi bukannya yang maha kuasa yang ada di setiap institusi (yang biasanya punya kepentingan tidak tulus).

Kita perhatikan keinginan presiden SBY dalam menegakkan hukum, sampai-sampai mengorbankan besannya sekaligus mertua dari anaknya, walaupun sang besan tentunya tidak salah sendirian, tapi pasti ada kesalahan sistem (yang terisnveksi virus rakus/memperkaya diri) yang akibatnya mengorbankan seseorang.
Jangan sampai hal-hal tersebut diatas semakin banyak terjadi dan mengorbankan orang per orang. Tentunya dengan menyiapkan sistem handal yang mempersempit/menutup kemungkinan terinveksi virus markus (keinginan SBY).

Kebebasan penyampaian aspirasi yang dibuka sejak jaman Gusdur hingga SBY merupakan tonggak terciptanya keadilan di negeri tercinta ini. Kita bisa bayangkan bahwa ketidak-adilan sesungguhnya sudah biasa terjadi sejak dulu, namun tidak banyak sumber berita yang berani mengungkapkan. Bayangkan juga dengan terbukanya informasi ini, semakin menunjukkan banyaknya virus-virus mavia keadilan yang menginveksi institusi hukum, secara perlahan terkuak dan akan terbukti, walaupun tentunya memakan korban dengan mempertaruhkan nama baik sebuah institusi hukum.

Namun sebagaimana kita tahu bahwa SBY tidak seberani Gusdur. Tentu kita ketahui, bahwa Gusdur seorang pluralis yang membela minoritas, sedangkan SBY seorang negarawan yang banyak menggunakan strategi dalam mengelola pemerintahan.

Kalo Gusdur jengkel, makan DPR disebut sebagai taman kanak-kanak (mungkin kini PAUD). Sedangkan SBY jika jengkel dengan tak berfungsinya institusi hukum, bukan dengan membubarkan atau mengkerdilkan institusi hukum, tetapi ditangggapi dengan membuat Watimpres, kemudian membuat Satgas Mafia Hukum untuk mengetahui sesungguhnya ada dimana penyakit yang sedang mengganggu institusi hukum yang ada. Ini tentu sebuah langkah yang berhati-hati, karena tidak mudah membubarkan institusi hukum yang telah sesuai dengan aturan namun tidak mampu menunjukkan fungsi aturan, hanya karena terinfeksi virus mafia hukum.

Perjuangan ini memang bukan pekerjaan ringan, karena telah menjangkiti lembaga secara merata (jaman dulu disebut korupsi berjama
ah). Wah gawat kalau begini jadinya, istilah jama’ah itu biasanya digunakan untuk berbuat kebaikan, tapi bisa juga digunakan oleh pejuang kejahatan (virus rakus bin markus). Namun kesulitan ini tidak boleh ditanggapi dengan emosi apalagi dengan cara teroris, karena sesungguhnya perjuangan itu harus dengan ikhlas dan sabar, karen ini semua adalah ujian, untuk mengetahui siapakan diantara hamba (pribadi) yang tulus dalam memperjuagkan anjuran kebaikan dan larangan kejahatan, sebagaimana yang semua kitab-kitab agama melakukannya.

Tetapi kenapa banyak orang beragama melakukan juga kejahatan?. Ini tentu tidak bisa kita menyalahkan agamanya, perhatikanlah dengan teliti aqidah (keyakinan) apa yang ada didalam hatinya. Karena keyakinan itu akan mempengaruhi tingkah lakunya dalam menyikapi keadaan yang tengah berlangsung dilingkungannya.

Masing-masing harus bertindak sesuai dengan tanggung-jawab dan porsinya. Kejahatan fisik itu urusan para penegak hukum, sedangkan kejahatan non fisik (keyakinan yang memiliki kerusakan) itu dapat ditanggulangi oleh para ustad yang mampu dan ikhlas dengan dibantu oleh aturan hukum yang mendukung terciptanya kehidupan yang melindungi setiap orang secara fisik maupun mental.

Categories: Edukasi, Politis&Politik