Archive

Archive for the ‘e-commerce’ Category

Hijack melalui aplikasi atau plug-in

February 15, 2016 Leave a comment

Force Marketing / Pencurian data pribadi melalui aplikasi atau plug-in iklan di browser

Pada awalnya kita ingin mencari aplikasi atau ingin melihat demo game yang sebagian besar berbasiskan Flash. Kemudian browser anda member peringatan bahwa flash player di browser anda telah kedaluarsa, walaupun sesungguhnya komputer anda telah memiliki Flash Player yang baru (missal: versi 20.x) dan diminta untuk menginstal yang baru (padalah hasil download dari browser adalah versi 15.x namun telah disusupi oleh program / plug-in yang akan mencuri data-data pribadi melalui berbagai link iklan ataupun meminta untuk mengisi form tertentu).

image001 image002

Setelah anda men-download flash player (hasil hijack / bajakan)

image003

dan mulai menginstalasi flash player palsu tersebut, jika anda langsung menginstalasikan tanpa memilih menu custom, maka computer anda akan langsung terinfeksi, baik melalui aplikasi ataupun plug-in di browser yang anda gunakan.

image004a

Karena flash player yang anda download telah menitipkan (menyisipkan) program / plug-in Palikan Search yang bertindak seolah-oleh sebagai mesin pencari yang akan menawarkan link-link iklan yang bermaksud mencuri data-data pribadi di computer anda termsuk email, telepon, password dan data-data lainnya. Jadi pastikan anda menggunakan komputer dan browser dengan sikap attentive, awareness dan care. Gunakan perangkat gadget anda dengan bijak.

Jika proses instalasi tersebut dilanjutkan, maka computer kita akan terinfeksi oleh virus dari file aplikasi maupun dari plug-in di browser yang kita gunakan. Dalam istilah marketing biasa disebut dengan force marketing (pemasaran yang memaksa melalui program gratis atau iklan di halaman web yang memasang palikon search.

Palikon.com adalah plug-in pembajak melalui browser, atau program yang sangat tidak diinginkan yang bertindak seolah olah sebagai mesin pencari (search engine). Palikon cukup terkenal, namun bukannya memberikan anda tentang hasil pencarian yang sangat baik, tapi palikon (bahkan sejenisnya yang sangat banyak di halaman web) yang membawa anda (pencari game atau aplikasi gratis) dan memberikan pada anda beberapa hasil yang tidak akurat dan penuh link sponsor. Rupanya, palikan.com dikembangkan oleh personil krimilal di dunia maya dengan tujuan mengumpulkan informasi krusial (penting dengan maksud pencurian data pribadi), seperti sejarah yang terjadi pada beberapa browser, cookies dan bahkan program/aplikasi pelindung password (yang menurut anda sebagai pengaman, namun sejatinya adalah pencurian data pribadi).

Jika anda benar-benar melanjutkan menginstalasi Flash Player update yang telah ter-hijack tersebut dengan normal atau tanpa kustomisasi, maka anda akan mendapatkan tambahan plug-in di browser anda yang bertindak seolah-oleh sebagai mesin pencari (yang pastinya akan mencuri data-data pribadi di komputer anda)

Maka kewaspadaan, kesadaran dan kepedulian pada perangkat komputer atau gadget anda menjadi hal yang penting, jika anda tidak ingin bermasalah dengannya 🙂

image005

Dan yang pasti bukan hanya aplikasi / plug-in seperti diatas yang beredar di dunia maya, pasti akan sangat banyak dengan nama yang berbeda-beda dan bahkan mungkin sangat menarik perhatian anda.

Advertisements
Categories: e-commerce, Teknologi

Pemanfatan Viral Marketing

December 20, 2013 Leave a comment

Viral marketing , biasa dianggap sebagai iklan virus, atau mendengungkan (buzz) tentang pemasaran dan merupakan istilah-istilah yang mengacu pada teknik pemasaran yang menggunakan layanan jejaring sosial yang sudah ada dan teknologi lainnya untuk menghasilkan peningkatan kesadaran merek tertentu atau untuk mencapai tujuan pemasaran lainnya (seperti penjualan produk).

Pemasaran model viral dimaksudkan untuk mendorong para agen untuk mereplikasi kemampuan penjual produk untuk bertindak sebagai agen untuk menawarkan produk, baik dengan cara sadar maupun kecenderukan ‘memaksas’ melalui proses penyebaran iklan yang memiliki kemampuan untuk meneruskan ke calon pelanggan lain, atau dengan cara mereplikasi diri, pemasaran viral ini sering dianalogikan dengan penyebaran virus atau virus komputer (melalui internet  dan jaringan lokal) yang terutama dikenali oleh sebagian besar antivirus yang dikenal juga sebagai pendeteksi akses halaman web (web phising). Hal ini dapat disampaikan dari mulut ke mulut atau ditingkatkan oleh efek jaringan internet line tetap maupun jaringan mobile.

4.1.pms_image0124.1.pms_image0134.1.pms_image014Pemasaran Viral dilakukan dengan cara menyebarkan informasi melalui pemanfaatan database pengguna Internet dengan status ‘free’ (gratis) yang telah terdaftar dan digunakan secara massal. Contoh yang dapat diambil adalah situs web surat elektronik gratis seperti Yahoo!, Hotmail, dan GMail, yang selain memberikan pelayanan email gratis, juga memberikan berbagai penawaran produk bersamaan dengan layanan email tersebut.

4.1.pms_image016Pemasaran viral adalah suatu bentuk strategi pemasaran modern yang menjanjikan ketenaran produk yang dipasarkan, dengan melihat tingginya animo masyarakat yang selalu terhubung koneksi internet untuk mengakses fitur-fitur gratis (yang sebenarnya telah diselipkan berbagai macam link yang menjadi terapan dari pemasaran viral). Ide kreatif sangat diperlukan dalam jenis pemasaran ini karena masyarakat pengguna internet cukup kritis dalam memilah informasi mana yang murni sebagai informasi dan mana yang merupakan strategi bisnis.

4.1.pms_image0174.1.pms_image018Skema yang memungkinkan terjadinya viral marketing

Untuk melakukan viral marketing dapat bekerja dengan baik dengan mempertimbangkan etika penyampaian atau penggalian informasi, maka perlu dilakukan penyampaian informasi yang sebenarnya kepada calon penerima pesan dan dilakukan dilingkungan yang tepat bagi mereka sebagai calon pelanggan. Sebagaimana disampaikan professors Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, dengan mengenal tiga bagian berikut;

  1. Penyampai Pesan: Ada tiga tipe tertentu dari utusan yang diperlukan untuk memastikan transformasi pesan biasa yang dikenali sebagai sebuah virus: para ahli pasar, hub sosial, dan penjual. Para ahli pasar sebagai individu yang terus-menerus ‘melakukan menyampaikan informasi’ mengenai (informasi khusus tentang produk yang dipasarkan), mereka biasanya melakukan  pengiriman pesan ke berbagai jejaring sosial yang mereka kelola atau mereka sebagai anggota grup dari jejaring social tersebut. Hubungan sosial antara orang-orang dengan kelompok hubungan sosial yang sangat besar, mereka sering berhubungan dengan ratusan atau bahkan ribuan orang yang berbeda dan memiliki kemampuan untuk melayani sebagai konektor atau jembatan antara subkultur yang berbeda. Jaringan pemasaran mungkin diperlukan oleh para penerima pesan dari para ahli pasar, memperkuat informasi yang disampaikan dengan membuatnya menjadi lebih relevan dan persuasif, kemudian mengirimkannya ke jejaring sosial untuk distribusikan lebih lanjut. Para pakar pasar mungkin dapat melakukan penyampaian pesan yang sangat tidak meyakinkan dalam pengiriman informasi.
  2. Pesan: Hanya pesan yang mudah diingat dan cukup menarik untuk dapat diteruskan kepada orang lain yang memiliki potensi untuk memacu fenomena viral marketing. Membuat pesan lebih berkesan dan menarik atau hanya lebih menyebar, seringkali bukan soal perubahan besar tapi sedikit penyesuaian tentang gaya informasi yang lebih layak untuk dapat disampaikan pada area jejaring social yang lebih dikenali karakteristiknya dengan gaya pesan tertentu.
  3. Lingkungan: Lingkungan sangat penting dalam kebangkitan viral marketing yang sukses – perubahan kecil dalam memimpin lingkungan untuk dapat memperoleh hasil yang besar, dan orang-orang yang jauh lebih sensitif terhadap lingkungan. Waktu dan konteks peluncuran kampanye pesan dapat disampaikan dengan benar.

4.1.pms_image019Penjaringan alamat email sebagai media penawaran informasi

Berbagai media yang sering dilibatkan dan dimanfaatkan oleh Viral marketing, antara lain sebagai berikut;

  • Layanan partisipasi pelanggan dan polling
  • kontribusi organisasi-Industri khusus
  • mesin pencari internet dan blog
  • integrasi smartphone Ponsel
  • Beberapa bentuk cetak dan pemasaran langsung
  • layanan web target pemasaran
  • Search engine optimization (SEO)
  • Sosial media optimasi (SMO)
  • Televisi dan radio

Target Pemasaran Viral didasarkan pada tiga prinsip penting, antara lain :

  • Berkumpulnya Profil dalam media sosial
  • Kedekatan Analisis pasar
  • Analisis Real-time ketepatan Kata kunci

4.1.pms_image020Contoh form isian data sebagai gerbang awal dari viral marketing

4.1.pms_image021Contoh email iklan penawaran informasi

4.1.pms_image022Kumpulan Profile informasi dalam media sosial

Pustaka

Categories: e-commerce, Edukasi

Memahami Media Sosial

December 20, 2013 Leave a comment

Dalam menggunakan media sosial, tentu memerlukan media internet sebagai penghubungnya dan sudah tidak ada keraguan lagi, bahwa internet telah merubah dunia. Demikian mudahnya mengakses informasi, berkomunikasi dengan orang-orang diseluruh dunia, membagi artikel, video, foto, dan media-media lain yang mendukung dalam menampilkan informasi maupun produk.

Internet telah membuat lingkungan menjadi semakin terhubung, dan pertumbuhan penggunaan internet telah mengakibatkan distribusi media tradisional seperti televisi, radio, surat kabar, dan majalah menjadi semakin menurun. Pemasaran dalam lingkungan terhubung dan menggunakan konektivitas itu telah menjadi media pendukung terbaik dalam pemasaran online.

Marketing mencakup berbagai macam strategi, tapi apa yang mendasari kesuksesan pemasaran adalah pendekatan yang berpusat pada pengguna sebagai pembeli maupun penjual yang semakin mengakrabkan antar keduanya dengan adanya strategi ini. Sementara Internet dan World Wide Web telah memungkinkan apa yang kita sebut sebagai media baru, teori-teori yang mengarah pada perkembangan internet telah berkembang sejak tahun 1950-an

4.1.pms_image003Gambar 4.1 : https://www.facebook.com

4.1.pms_image004Gambar 4.2 : https://www.twitter.com

4.1.pms_image005Gambar 4.3 : http://www.linkedin.com

4.1.pms_image006Gambar 4.4 : https://plus.google.com

4.1.pms_image007Gambar 4.5 : http://www.pinterest.com

Konsep kerja media sosial dibagi kepada para pengguna untuk membuat website mereka sendiri, misalnya; ditandai dengan salah satu dari enam “nama kota” yang dikenal dengan karakteristik tertentu.

Sebagaimana kita ketahui bahwa media sosial yang telah bekembang pesat dengan munculnya Facebook, Twitter, LinkIn, Pinterest dan Google+ kini menjadi alat marketing dan peningkatan merek dangang (branding) yang sangat efektif. Interaksi 2 arah yang hangat dan natural merupakan kelebihan Media Social dibandingkan media promosi lainnya.

Namun mengelola Media Social membutuhkan waktu, tenaga dan keahlian. Mengelola fanpage atau twitter seperti sebuah seni berkomunikasi. Social media yang kurang terupdate akan menyebabkan kehilangan komunikasi dengan para Fans/(Follower). Sebaliknya aktivitas promosi yang berlebihan dan monoton menyebabkan kebosanan dan bahkan bisa ditinggalkan para Fans/Follower.  Banyak perusahaan juga tidak mempunyai cukup waktu atau sumber daya untuk mengelola Media Sosial mereka.

4.1.pms_image008

http://sirfmarketing.com/2013/07/16/viral-marketing/

Gambar 4.6   : Hubungan antar media social sebagai jalur viral marketing

Sosial Media adalah sebuah media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial termasuk facebook, LinkedIn dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan sosial media sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran isi dalam media social yang dapat dilakukan oleh para pengguna terdaftar (user-generated content)“.

Media sosial berbeda dari media industri / tradisional dalam banyak hal, termasuk kualitas, jangkauan, frekuensi, kegunaan, kedekatan, dan keabadian. Ada banyak efek yang berasal dari penggunaan internet. Menurut Nielsen, pengguna internet terus menghabiskan lebih banyak waktu dengan situs media sosial daripada jenis situs lainnya. Pada saat yang sama, total waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial melalui PC dan perangkat mobile di Amerika Serikat meningkat sebesar 37 persen menjadi 121 miliar menit pada Juli 2012 dibandingkan dengan 88 miliar menit pada bulan Juli 2011. Untuk kontributor konten, manfaat berpartisipasi dalam media sosial telah melampaui berbagai komunitas sosial untuk membangun reputasi dan peluang karir serta pendapatan keuangan, seperti yang dibahas dalam Tang, Gu, dan Whinston (2012).

Sebagian besar kritik media sosial tentang eksklusivitas sebagai situs yang paling tidak memungkinkan transfer informasi dari satu ke yang lain, kesenjangan informasi yang tersedia, masalah dengan kepercayaan dan keandalan dari informasi yang disajikan, konsentrasi, kepemilikan konten media, dan makna interaksi yang diciptakan oleh media sosial. Namun, ia juga berpendapat bahwa media sosial memiliki efek positif seperti memungkinkan demokratisasi internet sementara juga memungkinkan individu untuk mengiklankan diri mereka sendiri dan membentuk persahabatan
Kebanyakan orang mengasosiasikan media sosial dengan hasil positif, namun hal ini tidak selalu terjadi. Karena peningkatan dalam situs media sosial, tampaknya ada korelasi positif antara penggunaan media lain seperti yang terjadi dengan adanya kasus-kasus, predator seksual melalui online (cyber-bullying), dan penurunan tatap muka interaksi Sosial media dapat mengekspos anak-anak dengan menampilkan gambar alkohol, tembakau, dan perilaku seksual menyimpang.

4.1.pms_image009Gambar 4.7 : Beberapa media sosial yang biasa digunakan